Rss Feed
  1. Tema   : Identitas Nasional yang mulai tersisihkan di kehidupan remaja Indonesia.

    Setiap individu tentunya berbeda dengan individu lainnya, hal ini merupakan cermin suatu bangsa dengan bangsa lainnya. Tiap-tiap bangsa di dunia memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bangsa lain, ciri khas yang dimiliki suatu bangsa disebut Identitas Nasional. Menurut A. Ubaedillah dan Abdul Rozak (Pendidikan Kewargaan, 2011: 18), “Identitas adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan bangsa lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa dikaitkan dengan sebutan Identitas Nasional”. Identitas Nasional ini terwujud dari perilaku kebiasaan suatu bangsa. Kebiasaan ini merupakan kesepakatan bersama yang telah diterapkan semenjak berdirinya bangsa tersebut. Identitas Nasional suatu bangsa dapat berupa kebudayaan, bahasa, ideologi, sejarah, suku bangsa, agama dan lain sebagainya.

    Bangsa Indonesia memiliki Identitas Nasional yang membuatnya berbeda dengan bangsa lain. Indonesia merupakan negara besar yang terdiri dari banyak kebudayaan, suku bangsa, dan warisan kekayaan alam yang melimpah. Sebagai upaya pemersatu negara yang memiliki banyak suku bangsa, Indonesia memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi Tetap Satu Jua”. Dengan semua keanekaragaman alam yang dimiliki Indonesia, Indonesia dijuluki sebagai “Zamrud Khatulistiwa”, hal ini didasarkan karena letak Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa dengan kekayaannya yang melimpah dari berbagai aspek. Bangsa Indonesia adalah bangsa timur, bangsa timur adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai moral dan agama. Dengan predikat sebagai negara nomor satu berpenduduk muslim terbanyak di dunia, hal ini semakin memperkuat kedudukan bangsa ini sebagai bangsa timur.

    Sebagian dari kita atau bahkan hampir semuanya tentu pernah mendengar sebuah lagu yang dipopulerkan oleh grup vokal anak-anak dengan potongan lirik sebagai berikut, “... Indonesia tercinta, orangnya ramah-ramah, gemah ripah loh jinawi...”, namun apakah saat ini lagu tersebut masih tercermin dalam benak bangsa ini. Masalah besar yang sedang dihadapi bangsa ini adalah masalah degradasi moral. Degradasi moral sebagai akibat perkembangan era globalisasi yang buruk, kurang memilah-milah dalam mengikuti perkembangannya. Tentunya dari beberapa keburukan yang ditimbulkan, yang paling mengancam bangsa ini adalah kian maraknya degradasi moral pada generasi muda, padahal generasi muda adalah tonggak bangsa dan negara ini di masa depan. Beberapa fakta berita membuat kaget bangsa dan negara ini seputar perilaku generasi mudanya. Perilaku kebarat-baratan mengikuti budaya kehidupan bangsa barat yang terkenal bebas atau liberal. Di antara penyimpangan generasi muda saat ini adalah seks bebas, narkoba, fashion, food, dan segala hal diluar norma sosial bangsa ini.

    Penyimpangan perilaku generasi muda yang paling memprihatinkan yakni penyimpangan terhadap perilaku seksual dan narkoba. Sebagian besar penyimpangan ini menimpa generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah, seperti SMP dan SMA. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai saat ini masyarakat Indonesia mengalami penurunan moralitas menyusul banyaknya remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah. Dalam kasus seks pra nikah atau seks bebas, beberapa remaja mengaku melakukan seks dengan lebih dari satu pasangan. Di beberapa daerah di Indonesia, beberapa dokter yang menangani penyakit kulit dan kelamin mengaku beberapa remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA ada yang menemuinya untuk berkonsultasi tentang perilaku seksual, bahkan tidak jarang beberapa dokter menangani remaja yang sudah terjangkit penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual ini ditimbulkan akibat melakukan seks menyimpang, seperti oral seks, anal seks, dan berganti-ganti pasangan. Yang dikhawatirkan dari beberapa kasus tersebut yakni kian merebaknya penyebaran virus HIV/AIDS, virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia. Beberapa lembaga survei terhadap penyebaran virus HIV/AIDS mendapatkan data yang mengejutkan bahwa jumlah ODHA di Indonesia kian bertambah. Ditambah lagi menurut hasil survey KPAI, sebanyak 32% remaja usia 14-18 tahun di kota-kota besar di Indonesia pernah berhubungan seks. Kota-kota besar yang dimaksud tersebut antara lain Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Hasil survey ini tentunya sangat mengejutkan, melihat fakta yang ada tentang generasi muda saat ini. Apalagi beberapa remaja menganggap apa yang mereka lakukan itu merupakan suatu hal umum, padahal jelas hal tersebut di luar norma sosial bangsa Indonesia sebenarnya.

    Di samping permasalahan tentang seks bebas, para generasi muda juga dihadapkan dengan permasalahan narkoba yang menimpanya. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Narkoba merupakan zat adiktif yang membuat penggunanya kecanduan. Walaupun narkoba juga digunakan dalam dunia medis, namun tidak sedikit dari masyarakat yang menyalahgunakannya. Narkoba seperti menjadi makanan sehari-hari bagi beberapa remaja saat ini, istilah yang mereka gunakan dalam memakai narkoba disebut “ngimeng”, dan dalam keadaan di luar akal setelah mereka menggunakan narkoba disebut “ngefly”. Beberapa cara mengonsumsi narkoba yakni dengan cara menghisap atau meminumnya. Remaja kini identik terlibat dalam masalah narkoba yang membelitnya, bahkan yang masih duduk di bangku sekolah pula. Lembaga survei Badan Narkotika Nasional (BNN) mendapatkan hasil 4,57% atau sebanyak 921 695 pelajar dan mahasiswa terlibat narkoba pada tahun 2010. Survey sebelumnya Data Badan Narkotika Nasional menyebutkan, prevalansi penyalahgunaan narkoba dalam satu tahun 2009 lebih besar dibandingkan tahun 2010 sebesar 5,7 %, sedangkan dari hasil survei BNN dan Universitas Indonesia (Ul) terhadap puluhan ribu pelajar dan mahasiswa di 33 provinsi selama kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni 2006 – 2009, jumlah penyalahguna narkoba di lingkungan pelajar dan mahasiswa meningkat sebesar 1,4%. Angka rata-rata penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar SLTP ada sebanyak 4,2 %, SLTA 6,6 % dan mahasiswa 6,0 %. Dapat dilihat melalui data tersebut bahwa narkoba kian menjangkiti kehidupan remaja atau generasi muda Indonesia saat ini.

    Dari berbagai permasalahan yang ada tentang generasi muda, ini merupakan suatu masalah yang perlu mendapat perhatian khusus dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Yang pertama, permasalahan tentang seks bebas sebagai akibat buruk dari perkembangan era globalisasi, seperti masuknya budaya luar yang kurang bagus, internet yang disalahgunakan, kurangnya pendidikan seks yang diberikan kepada remaja. Solusi dari segala hal yang menjadi penyebab tersebut adalah perlunya pembenahan dari setiap penyebabnya. Begitu pula dalam permasalahan generasi muda dalam hal narkoba, generasi muda kerap menyalahgunakan narkoba sebagai pelampiasan akan ketidakpuasan apa yang mereka peroleh dam kehidupan. Dapat dikatakan pula penyebab terbesar dari penyimpangan seks dan narkoba adalah faktor lingkungan. Maka dari itu, pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan, pendidikan karakter untuk setiap remaja pun perlu diberikan. Peran serta dukungan setiap lapisan masyarakat Indonesia juga diperlukan untuk mewujudkan generasi muda yang bermoral, yang mampu membangun negaranya. Hingga pada akhirnya, bangsa dan negara ini mampu menjadi bangsa dan negara yang diidamkan semenjak berdirinya.

    Referensi:

    • Ubaedillah, A., Abdul Rozak. (2011). Pendidikan Kewargaan. Jakarta: Kencana, Indonesia Center For Civic Education.
    • Okezone.com. (2010). MUI: Moral Masyarakat Indonesia Menurun. [online]. Available from: news.okezone.com/read/2010/11/30/338/398639/mui-moral-masyarakat-indonesia-menurun. [Accessed at: 27 Oktober 2011].
    • Informasitips.com. (2010). 32 Persen Remaja Indonesia Pernah Berhubungan Seks. [online]. Available from: informasitips.com/32-persen-remaja-indonesia-pernah-berhubungan-seks. [Accessed at: 27 oktober 2011].
    • Mediaanakindonesia.wordpress.com. (2011). Lingkungan Remaja Narkoba, Dampak dan Pencegahannya. [online]. Available from: mediaanakindonesia.wordpress.com/2011/03/01/lingkungan-remaja-narkoba-dampak-dan-pencegahannya. [Accessed at: 27 Oktober 2011].
      
    |


  2. 0 komentar:

    Poskan Komentar